Kesehatan : Membasuh Racun di tubuh

Hampir tiap hari kita memasukkan racun ke tubuh kita, misalnya :
1) Nasi yang diperoleh dari padi yang selalu diracun (insektisida), pestisida, pupuk, dll
2) Sayuran : bayam, wortel, dll yang sama saja sering diracun dan dipupuk. Juga kangkung yang diperoleh dari  ‘kota’ alias sawah tempat tumbuhnya menerima air dari selokan ‘kota’ yang full oli, busa sabun, bekas Baygon/ Raid, racun rumah tangga, sampai timah hitamnya kendaraan.
3) Buah-buahan juga banyak yang begitu : diracun, dipupuk
4) Ikan, daging yang diperoleh diberi makan produk anorganik plus kadang, diawetkan dengan formalin,  borax, dll
5) Obat-obatan yang sebenarnya juga racun
6) Udara kotor : terutama kalau naik motor tanpa masker.
7) Dll

Nah, bagaimana membasuh atau membuangnya ?
Ya seperti mencuci baju :
1) di-kucek-kucek/ dibanting, diperas
2) dibilas, digelontor  pakai air,
3) disabun.

Lho kalau racun di tubuh bagaimana?
1) Meng-kucek-kucek, dibanting, diperas : kalau yang ini ya dengan olah raga. Dengan olah raga,  badan serasa  di-kucek-kucek, dibanting, diperas. So, kalau ada racun ya mudah-mudahan  keluar semua.
2) Dibilas / digelontor pakai air : ya dengan minum yang banyak, minimal (katanya) 8 gelas sehari.
3) Pakai sabun : Nah kalau yang ini bisa pakai zat anti racun (antitoxin) yang dijual di apotek. Atau kalau mau mudah, enak dan alami minum saja air kelapa (terutama yang kulitnya berwarna hijau).

Jadi mulai sekarang kita perlu sering makan-makan dan minumnya es kelapa muda  . . . .
Asyik, enak, racun di tubuh bisa melayang . . .

Wd

Ctt : jaman saya kecil, baru-barunya ada racun untuk hama di sawah, banyak pemilik bebek yang keracunan saat digembala di sawah, akibat sawahnya disemprot dengan racun.
Obatnya saat itu ya air kelapa, terutama kelapa hijau

Iklan