Islam : Sabar dan sukur

Assalamu alaikum wr wb
Katanya sih, kalau bisa hidup ini selalu diisi dengan dua hal itu, sabar (shobar) dan sukur (syukur). Gak punya duit . . sabar, punya duit . . . sukur. Gaji / lembur/ insentif belum keluar . . . sabar, sudah terima . . . . sukur. dsb, dst.

Sabar itu katanya tidak sekedar ‘menerima keadaan’ (nrimo), tetapi perlu diikuti dengan ikhtiar. Sebagai contoh kalau sakit selain harus ‘menerima’ (tidak menyalahkan orang lain, bakteri, debu, dll. apalagi sampai menyalahkan Tuhan), juga harus berikhitiar, ke dokter, ke dukun, olah raga, dll.

Nah, dalam hal apa kita harus sabar ?
1) Dalam kehidupan sehari hari :  saat macet, ban kempes, anak nangis, masakan nggak enak, dll.
2) Saat mendapat musibah : keluarga sakit, uang hilang, dll.
3) Nah, sabar yang paling tinggi nilainya di sisi Allah adalah sabar dalam menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Seberapa tinggi level kesabaran kita ? Yuk kita introspkesi.

Bagaimana dengan sukur ? Sukur itu artinya terima kasih. Kalau ada yang memberi topi, sekalipun sudah mengucapkan terima kasih, tapi kalau topinya kita lempar ke tempat sampah, namanya bukan terima kasih.
Jika ada yang memberi handuk (tentunya maksudnya untuk handukan), kita ucapkan banyak terima kasih, kemudian handuk kita pakai sebagai keset (alas kaki), ya namanya juga bukan terima kasih, tapi ngeledek.

Jadi sukur harus bagaimana ? Ya menggunakan apa yang diberikan si pemberi sesuai peruntukan yang diinginkan yang memberi. Kalau makanan ya untuk dimakan, topi untuk dipakai di kepala, handuk untuk handukan, dst.

Sukur kepada Allah tentunya menggunakan kesehatan kita untuk beraktifitas yang baik, mata untuk membaca yang baik-baik, tidak untuk ngintip, otak untuk berpikir yang baik, untuk bekerja, dst;  tidak untuk berpikir yang ngeres, dst, dst.

Apakah kita sudah menggunakan segala hal yang diberikan oleh Allah (kesehatan, rejeki, istri/suami, gaji / penghasilan, mata, hidung, rambut, dll, dst) sesuai yang dikehendaki-Nya ?
Kalau sudah berarti kita termasuk orang bersyukur. Amin.
Wallahu a’lam

Wassalam,
Wd

Iklan